Sabtu, 18 Mei 2024
  • Selamat Datang di Website Resmi SMA Daruttaqwa Gresik

Tumbuhkan Semangat Belajar Melalui Pendidikan Karakter Sejak Dini

Selasa, 3 Januari 2023

Mengapa pendidikan karakter? 

Pendidikan karakter sebenarnya bukanlah hal yang baru. Sejak awal kemerdekaan, masa orde lama, masa orde baru, dan masa reformasi hingga saat ini sudah dilakukan dengan nama dan bentuk yang berbeda-beda pula. Namun, hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang optimal, terbukti dengan fenomena sosial yang menunjukkan perilaku yang tidak berkarakter.

Kita tahu bahwa kini pendidikan di Indonesia sedang dihadapi kepada situasi yang kurung menguntungkan. Hal ini terjadi sejalan dengan kenyataan bahwa lemahnya karakter bangsa Indonesia yang selama ini dijunjung diyakini bangsa yang sangat kuat dan tangguh memegang sandi-sandi kehidupan yang arif dan bijaksana. 

Bukti lemahnya karakter bangsa ini, kita dapat dengan jelas melihatnya dan kita saksikan di lingkungan kita. Dimana kita sadari bahwa budaya korupsi sedang marak-maraknya, hilangnya budaya malu, tidak sedikit hilangnya ketidakjujuran, dan kini lemahnya potensi yang dimiliki anak sebagai mata dunia. Kondisi seperti inilah sangat memprihatinkan sekaligus menjadi aib bagi pendidikan di Indonesia.

Berbicara pendidikan, kita sadari bahwa di kalangan pelajar maupun mahasiswa hal yang sangat memprihatinkan adalah hilangnya sikap moral pada diri setiap individu tersebut. Terlihat dari sikap individu itu sendiri. Seperti menabrak etika, moral dan hukum dari yang ringan hingga yang berat. Selain itu kebiasaan mencontek pada saat ulangan atau ujian masih kerap dilakukan. Bahkan keinginan untuk cepat lulus atau selesai dari jenjang pendidikan yang mereka inginkan secara mudah tanpa kerja keras menyebabkan mereka mencari jawaban dengan cara yang tidak beretika. 

Selain itu, hal yang menggejala terhadap pendidikan Indonesia saat ini pada kalangan pelajar dan mahasiswa itu berbentuk kenakalan. Beberapa kenakalan yang kerap kali terjadi diantaranya adalah tawuran antarpelajar atau antarmahasiswa, minum-minuman keras, pergaulan bebas, dan penyalahgunaaan narkoba yang bisa mengakibatkan depresi bahkan terkena penyakit mematikan HIV/AIDS. Serta geng pelajar atau motor yang mencoreng citra pelajar dan lembaga pendidikan saat ini.  Perilaku demikianlah yang membuat rapuh karakter pendidikan yang cukup parah yang salah satunya disebabkan oleh tidak optimalnya pengembangan karakter di dunia lembaga pendidikan dan juga kondisi lingkungan yang tidak mendukung.

Kondisi seperti inilah yang bertentangan dengan keyakinan kita saat ini bahwa pendidikan merupakan satu-satunya jalan untuk memanusiakan manusia. pendidikan dipandang mampu untuk membantuk manusia seutuhnya untuk menyadari keberdaan dan potensi dirinya, lingkungannya dan juga tuhannya. Namun kepercayaan terhadap pandangan ini akan sirna seiring berjalannya waktu terhadap tudingan terhadap pendidikan yang gagal mencetak anak bangsa yang berbudaya dan berkarakter unggul. Kondisi ini membuat pendidkan di Indonesia mendapatkan tantangan besar untuk kembali meluruskan berbagai penyimpangan budaya yang terjadi saat ini.

Melihat kondisi seperti ini, jelaslah bahwa ada yang salah dengan pendidikan kita dewasa ini. Kesalahan tersebut harus secepatnya diperbaiki agar keagungan bangsa ini yang dikenal banyak kalangan berasal dari karakter dan budayanya akan dapat dipertahankan kembali. Permasalahannya sekarang ini adalah bagaimana mengimplementasikan pendidikan karakter dalam konteks pendidikan sehari-hari di berbagai jenjang pendidikan yang ada di Indonesia? 

Banyak sekali cara bagi kita untuk menumbuhkembangkan pendidikan berkarakter pada setiap jenjang pendidikan. Walaupun kita tahu bukanlah mudah mempertahankan bangsa yang berkarakter/berbudi pekerti/berahlak mulia. 

Untuk memperbaikinya kembali hendaknya pendidikan karakter kita tanamkan kepada anak didik sedini mungkin. Karena pada usia dini itulah anak-anak sangat peka dan cepat sekali meniru ucapan dan perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang dewasa di sekitarnya terutama peran orang tua dan guru.

Pengajaran-pengajaran yang dapat kita lakukan oleh orang tua dan guru untuk menjadikan anak didik menjadi seorang yang berkarakter dan mempunyai jiwa yang baik budi pekerti dapat dimulai dengan pendidikan yang mendorong anak tersebut menjadi lebih baik dan mengenal dirinya sendri.

Mengajarkan anak tentang nilai-nilai luhur yang menjiwai anak berkarakter

Pendidikan karakter yang dijiwai oleh nilai-nilai luhur adalah ajaran agama yang mengajarkan anak didik untuk berbuat kebajikan. Anak memiliki akhlak yang terpuji. Apabila akhlak anak tersebut tidak terpuji, maka rusaklah karakter dan martabatnya. Untuk itu tugas orang tua dan guru sebagai memperbaiki mutu karakter anak didiknya maka mengajarkan dan didiknya secara terus menerus nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari seperti berkata benar, lemah lembut, bila bertemu mengucapkan salam, bertanggungjawab atas tugas yang diberikan, tidak cepat putus asa, disiplin dalam segala hal, dan selalu sabar menghadapi perselisihan di antara teman.

Pendidikan berkakter dapat juga dilakukan dengan mengajarkan melaui doa. Anak didik sebaiknya dilatih melalui berdoa. Karena dengan berdoa membuat hati menjadi lembut, tidak berkata kasar, dan tidak berkata kotor. Dengan doa juga bisa mengubah pola pikir anak untuk lebih baik lagi.

Apel pagi dan doa bersama

Pendidikan karakter melalui keteladanan. Di usia dinilah anak paling peka meniru perilaku orang yang ada di sekitarnya. Pendidikan karakter dapat pula dilakukan dengan keteladanan. Keteladanan ini dapat diperoleh dari orang tuanya maupun guru di sekolah. Anak akan cepat meniru segala bentuk yang dilakukan oleh orang yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, orang tua dan guru adalah teladan bagi anak didik dalam masa perkembangannya. Janganlah bersikap yang tidak mencerminkan untuk diteladani.

Dengan pendidikan yang berkarakterlah dapat membuat setiap generasi penerus bangsa lebih bersemangat belajar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia ini dengan tidak menjerumuskan diri ke jalan yang salah. 

Jadi jelaslah bahwa pendidikan merupakan wahana untuk menumbuhkembangkan karakter yang baik. Karakter yang baik itu juga bisa didapatkan dari lingkungan informal yaitu keluarga dan formal yaitu sekolah. Di sinilah pentingnya pendidikan karakter. Melalui Pendidikan karakter akan terbentuk perilaku peserta didik yang terpuji sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya yang luhur.

@artikel­_harian_SMADA.

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR
Open chat
Terima kasih telah menghubungi kami. Ada yang bisa saya bantu?